Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)

SELAMAT MENGUNJUNGI DAN MEMBACA ARTIKEL KAMI LDII BEKASI JAYA, Semoga bermanfaat dan Barokah.. Jaza Kumullohu Khoiro
CONTENT BLOGGER HERE
CONTENT TWITTER HERE
CONTENT FACEBOOK HERE

Jumat, 14 Juni 2013

Silaturahmi Ketum DPP LDII Bersama Ulama, Pejabat dan Ormas Islam

Medan (Infomas) Ketua Umum (Ketum) DPP LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Prof Dr KH Abdullah Syam MSc menegaskan, Organisasi Kemasyarakat (Ormas) Islam yang dipimpinnya bukanlah organisasi yang mengajarkan dan bukan pula penerus ajaran Islam Jamaah.
“Tidak benar LDII menjadi penerus ajaran Islam Jamaah. Bahkan, kita yang membina jamaah dari Islam Jamaah agar kembali kepada ajaran Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW (Al-Hadits),” katanya dalam ceramahnya pada acara silaturahminya bersama ulama, pejabat pemerintah dan pimpinan Ormas Islam di Gedung Majlis Taklim Jabal Noor Jalan Ngalengko No 13 Medan, Sabtu (27/4) malam.
Dalam acara yang dipandu Al-Ustadz Drs H Hamid Mashudi, turut hadir di antaranya Pimpinan Majlis Taklim Jabal Noor yang juga Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Medan Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar, Kakanwil Kemenagsu Drs H Abdul Rahim M. Hum, Ketua Komisi Ukhuwah MUI Sumut dan Medan Dr H Maratua Simanjuntak dan Drs H Hasyim Syahid, Ketua LDII Sumut dan Medan Ir H Agus Purwanto dan H Hasoloan Simanjuntak ST serta Prof Dr H Darsono dan Prof Dr H Basyaruddin MS. Sedangkan turut mendampingi Ketum DPP LDII dari Jakarta, yakni Ketua DPP LDII Dr Ir H Shobar Wiganda MSc dan Harry Sumiarto SH (Departemen Hukum & HAM).
Dalam kegiatan itu, banyak masukan yang diterima LDII melalui dialog dari audiens yang hadir untuk kemajuan Ormas Islam ini ke depan, termasuk dalam mengantisipai masih adanya tudingan dari segelintir pihak yang menganggap LDII sebagai ajaran sesat.
Sementara pada Sabtu pagi, Ketum DPP LDII KH Abdullah Syam dan rombongan meninjau lokasi pembangunan Masjid dan Pesantren Tahfizhul Quran Majlis Taklim Jabal Noor di Jalan Sei Mencirim Gang Abadi Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.
Sebelumnya Lemkari
Menurut KH Abdullah Syam, sebelum bernama LDII, Ormas Islam ini bernama Lemkari (Lembaga Karyawan Islam) yang didirikan 1 Juli 1972. Sedangkan dalam perjalanan Ormas Islam ini mendapat sorotan dan protes dari berbagai pihak, termasuk Rudini (waktu itu sebagai Mendagri) yang organisasi ini mirip dengan Lemkari (Lembaga Karate Do Indonesia) yang dipimpinnya.
Namun, lanjutnya, pada Musyawarah Besar (Mubes) IV Lemkari tahun 1990, maka nama organisasi diubah menjadi LDII hingga sekarang yang bergerak dalam bidang dakwah dan karya. Pada tahun 2006, pihaknya bertemu dengan Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat KH Ma’ruf Amin untuk mengklarifikasi keberadaan LDII yang berubah dengan paradigma baru.
“Setelah kita jelaskan apa sebenarnya LDII dengan visi dan misinya, Bapak KH Ma’ruf Amin akhirnya menerima keberadaan kita. Jadi, sejak tahun 2006, LDII menjalankan paradigma baru sesuai keputusan Komisi Fatwa MUI Pusat. Paradigma baru ini juga dijelaskan dalam Musyawarah Nasionalnya yang dalam Rencana Staregi (Renstra) melaksanakan rencana aksi di antaranya ‘dakwah bil hal,” jelas KH Abdullah Syam yang dipercaya sebagai Ketua Umum LDII sejak tahun 1998.
Berubah dan terbuka
Sebelumnya, Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar menilai, keberadaan LDII saat ini sudah berubah dan terbuka, karena menerapkan paradigma baru.
Ustadz dan ulama kondang ini pada mulanya sempat menilai LDII ini sebagai organisasi yang mengajarkan ajaran sesat, namun setelah melakukan “muhibbah tabayyun” beberapa kali ke markasnya di Kediri dan Jombang, ternyata apa yang dituduhkan segelintir umat Islam bahwa LDII mengajarkan ajaran sesat-menyesatkan tidak benar. Bahkan, ada tudingan bahwa jamaah LDII tidak mau berimam dengan orang lain di luar LDII dalam salat berjamaah, itu juga tidak benar.
“Saat saya bertemu Pak KH Ma’ruf Amin di Jakarta, saya tanyakan:‘apakah LDII itu sesat?”. Beliau menjawab :‘LDII itu adalah saudara kita’.
Sementara itu, H Maratua Simanjuntak berterimasih kepada KH Zulfiqar Hajar yang mampu menjembatani silaturahmi Ketua Umum DPP LDII dengan ulama dan Ormas Islam di Sumut. Sehingga, tuduhan yang dilontarkan selama ini kepada LDII menjadi terbuka dan terjawab bahwa semua tuduhan itu tidak benar.
“Melalui silaturahami yang disambut terbuka oleh LDII, maka anggota MUI Sumut bisa masuk ke dalam LDII untuk melihat langsung kegiatan keagamaan jamaahnya,“ujarnya.

ALLAH MEMBERI KEIMANAN PADA HAMBANYA YG DIA CINTAI


إِنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ ، وَلاَ يُعْطِي الإيْمَانَ إِلاَّ مَنْ
يُحِبُّ

“Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cinta maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta. (HR.Bukhari)

Sebagian kita menyangka bahwa harta adalah segalanya. Dengan harta pun semuanya makin mudah. Bersyukur memang jika kita berharta, apalagi jika kita dapat menyalurkan harta tersebut pada jalan kebaikan. Namun bagaimana jika kita luput dari dunia. Harta kita barangkali amblas, hilang, dirampas. Sebenarnya, itu pun patut kita syukuri jika Allah masih memberi kita keimanan.

Ingatlah keimanan itu begitu berharga karena iman hanya spesial untuk orang beriman.Imanan hanya diberikan kepada hamba yang Allah pilih. Iman hanya terkhusus bagi siapa yang Allah cinta. Bedanya dengan harta, orang kafir pun bisa mendapatkan bagiannya. Lihat saja jajaran orang kaya di dunia, mulai dari Biil Gates, George soros dan Roman Abramovich. Orang beriman dan orang yang sangat kufur sekali pun sama-sama diberi harta. Sedangkan bagaimana dengan iman? Iman hanya ada pada sisi orang beriman. Maka inilah yang patut kita sykuri. Meskipun dunia tidak kita dapat, kita harus tetap bersyukur masih ada sedikit harta yang Allah beri. Meskipun harta kita terbatas, masih ada iman yang begitu berharga yang masih kita rasakan nikmatnya.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

إِنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ ، وَلاَ يُعْطِي الإيْمَانَ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ
“Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cinta maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta. (HR.Bukhari)

Syukurilah yang sedikit karena masih ada iman, nikmat tiada tara yang Allah beri. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.”( HR. Ahmad)

Iman dan takwa itu begitu berharga. Oleh karenanya, selalu mintalah pada Allah iman dan takwa. Meski hidup pas-pasan, jangan sampai iman ini digadaikan hanya karena sesuap nasi atau indomie. Mohonlah pada Allah, jangan sampai iman ini hilang di saat malaikat maut mencabut nyawa kita. Iman dan takwa itulah tanda Allah cinta. Sedangkan harta belum tentu tanda Allah cinta pada hamba.

Agar tidak banyak berulang,kami izinkan kepada semua yang ingin memanfaatkan artikel yang kami susun ini untuk disebarkan untuk tujuan dakwah. Semoga Alloh memberkahi kehidupan kita semua dalam naungan ridho Nya

Suryo – Pelari Tercepat Se-Asia Tenggara

Salah Satu Bukti Kontribusi Warga LDII Untuk Negara Indonesia

http://ldiijatim.com/suryo-pelari-tercepat-se-asia-tenggara/

Siapa nggak bangga? Sebagai anak bangsa, saya bangga sekali ketika melihat foto anak negeri terpampang di mass media. Dengan tampilan besar dan latar belakang merah putih berkibar dengan label besar, “Orang Tercepat se Asia Tenggara.” Sudah begitu, memecahkan rekor dengan medali emas untuk lari paling bergensi yaitu 100 meter putra di SEA Games XXV di Laos.

PUASA SEBENTAR LAGI

Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, namun ternyata sudah mendahului kita dan sekarang mereka telah berbaring di ‘peristirahatan umum’ ditemani hewan-hewan tanah. Kapankah datang giliran kita?



Dalam dua buah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kondisi dua golongan yang saling bertolak belakang kondisi mereka dalam berpuasa dan melewati bulan Ramadhan:

Golongan pertama digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Golongan kedua digambarkan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش

“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga.”(HR. Ibnu Majah)

Akan termasuk golongan manakah kita? Hal itu tergantung dengan usaha kita dan taufik dari Allah ta’ala.



Tawakal kepada Allah adalah merupakan suatu hal yang paling penting untuk menyongsong musim-musim ibadah semacam ini; untuk menumbuhkan rasa lemah, tidak berdaya dan tidak akan mampu menunaikan ibadah dengan sempurna, melainkan semata dengan taufik dari Allah.

Selanjutnya kita juga harus berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan supaya Allah membantu kita dalam beramal di dalamnya. Ini semua merupakan amalan yang paling agung yang dapat mendatangkan taufik Allah dalam menjalani ibadah dibulan bulan Ramadhan.



Selamat menyambut Bulan Paling Agung , Bulan Ramadhan Semoga Allah Swt selalu memberikan taufik dan hidayahNYA kepada kita semua. Aman selamat lancar dan barokah. LURUSKAN NIAT

Minggu, 09 Juni 2013

Fatwa LDII Menurut MUI

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia, ada beberapa point yang menyebabkan ke-Islaman suatu golongan di anggap sesat, seperti yang sudah di tulis di artikel sebelumnya Fatwa LDII dan Kesesatan LDII

Selain itu Kejaksaan Agung mengeluarkan Fatwa Haram, dan pelarangan terhadap aliran Jamaah Islamiyah. Dan sayangnya ada beberapa golongan yang mengalamatkan pelarangan tersebut kepada LDII, menuduh LDII adalah Jamaah Islamiyah. Hanya berupa tuduhan dan tidak punya bukti, karena memang tidak bisa dibuktikan, LDII bukan Jamaah Islamiyah!
Sekarang mari kita bertukar posisi dan balik bertanya, apa pantas orang atau golongan tukang FITNAH, masih layak di sebut umat Nabi Muhammad! apakah tidak sebaliknya mereka yang berada dalam kegelapan atau keseatan,.... satu jari menunjuk sesat ke pada LDII, sedangkan 4 jadi lainya menunjukan sesat kepada dirinya!
Tidak henti-hentinya dan tidak bosan-bosanya mereka bergunjing, menebar kebencian, menanamkan kebencian kepada masyarakat menggaung-gaungkan LDII Sesat, apa ini yang di sebut sebagai seorang hamba yang beriman??!!
Semoga rahmat Allah bersama anda saudaraku, semoga Allah melindungi anda saudaraku, sehingga saudaraku bukan dari golongan orang-orang yang di sebutkan di atas.

Fatwa LDII

Bisa kita simpulkan bersama fatwa ldii yang di keluarkan oleh MUI, bukan berisi pelarangan, fatwa pelarangan dari kejaksaan agung bukan untuk LDII. Buktinya sampai saat ini LDII masih eksis dan berkembang pesat. Seandainya Fatwa LDII dari pihak terkait menyatakan haram atau sesat pastinya sekarang sudah tidak ada lagi yang namanya LDII.

Jadilah muslim yang cerdas, jadilah muslim yang mutawari, selalu berhati-hati dalam menyikapi informasi. Puji syukur Alhamdulillah anda telah di tuntun Allah menuju blog ini, walaupun dengan gaya bahasa yang seadanya semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Fatwa LDII menurut MUI ataupun Kejaksaan Agung bukan berisi pelarangan, atau pernyataan sesat! LDII tidak sesat, LDII tidak menyimpang, LDII berpedoman kepada Al Qur'an dan Al Hadits, Ijma + Qiyas, apakah itu sebuah kesesatan? Kalaupun itu di nyatakan sesat, lha terus yang menyatakan sesat itu sendiri memangnya berpedoman kepada apa???? babad jawa? atau Kitab Empu Gandring?
Kalau sama-sama berpedoman kepada Al Qur'an dan Al Hadits, tidak ada alasan apapun untuk menuduh LDII Sesat! dan silakan di kaji lagi Al Qur'an dan Al Haditsnya, bagaimana cara berbudi pekerti dalam menjaga Ukhwah Islamiyah.

Di Balik Tuduhan Sesat, Ada Kecemburuan Karena Ketidak Mampuan!!

Selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, kalian masih gigih berusaha menghancurkan LDII, menuduh LDII Sesat, menuduh LDII adalah wajah baru dari Jamaah Islamiyah, dan selama berpuluh-puluh tahun pula kalian hidup dalam kekecewaan, serta penderitaan yang kalian buat sendiri.

Apa itu yang dilakukan oleh seorang hamba yang beriman? yang notabene kalian menuduh LDII sesat, dan kalian yang tidak sesat, kalian yang benar dalam beribadah sebagai seorang hamba muslim.

Apakah dengan kebencian kalian bisa khusuk beribadah? apakah dengan dengki kalian tidak takut menodai keimanan kalian, atau jangan-jangan kalian sudah tidak takut lagi karena kalian tidak punya lagi keimanan?
Silakan kembali mengaji kepada guru kalian dan bertanyalah? renungkan kembali dan bertobatlah.

Kalian-kalian dengan gigih menuduh LDII sesat, menuduh LDII mengajarkan kesesatan, dengan segala daya upaya berusaha melenyapkan LDII, dari mulai membakar dan menghancurkan mesjid-mesjid LDII, sampai membantai para ulama, dai dan pengajar LDII. Mempolisikan mereka dengan tuduhan yang di buat-buat.

Seperti itukah seorang hamba yang beriman? memfitnah? menganiaya? Itukah ajaran Islam yang kalian terima dari guru-guru kalian, yang kalian anggap benar?

Apakah nahi munkar yang kalian jadikan alasan? sesungguhnya kalianlah yang perlu di amar ma'ruf.

Dalam LDII, tidak ada ajaran yang mengajarkan kebencian, tidak ada ajaran untuk saling bermusuhan, kami selalu di tekankan untuk menjadi sebagai seorang muslim dan warga negara yang baik, selalu menghargai dan menghormati orang-orang di sekitar kami.

Selama ini kami diam bukan berarti kami takut, tapi bagi kami ada hal yang lebih penting ketimbang meladeni sekumpulan orang-orang yang frustasi.Tapi jangan kuatir karena do'a kami selalu bersama  kalian, semoga Allah memberikan hidayah, dan kalian bisa menemukan kebenaran yang terang dalam Islam. Amiiien

Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek:

1. Murni pedomannya yaitu Al Quran dan Al Hadist2. Murni pengamalannya, tidak dicampuri bid’ah, syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran
3. Murni niatnya, niat karena Allah; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka

Dalam Al Quran dan Al Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah atau larangan, halal atau haram, pahala atau dosa dan surga atau neraka.
Umat Islam yang beribadah kepada Allah dengan berpedoman murni pada Al Quran dan Al Hadist tidak dicampuri dengan perbuatan syirik, khurofat, tahayul dan maksiat serta didasari niat karena Allah, semata-mata tujuan mencari Surga Allah dan takut akan siksa Allah berupa Neraka dijamin;

* PASTI BENAR,
* PASTI SAH,
* PASTI DITERIMA oleh ALLAH dan
* PASTI MASUK SURGA

I. Murni Pedomannya: Al Quran dan Al Hadist
Al Quran dan Al Hadist adalah pedoman agama Islam yang diakui oleh seluruh umat Islam di dunia.
Al Quran
adalah firman Allah
Al Hadist
adalah sunnah Rosulullah yang terdiri dari semua ucapan dan perbuatan Rosulullah SAW dan semua pengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para sahabat dan yang dicita-citakan oleh Rosulullah SAW.

Firman Allah yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al An’am ayat 153
وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Allah”.

2. Quran Surat Azzuhruf ayat 43
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“Maka berpegang teguhlah dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkau berada di jalan yang benar”.

3. Quran Surat Al Hasr ayat 7
مَّا أَفَاء اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاء مِنكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan apa-apa (peraturan) yang Rasul datangkan pada kalian maka ambillah, dan apa-apa yang Rasul melarang maka jauhilah”.

4. Quran Surat An Nisa’ ayat 13
تِلْكَ حُدُودُ اللّهِ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Demikian itu undang-undang Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan UtusanNya (Allah) akan memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir dari sekitar Surga beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itu keuntungan yang luar biasa besar”.

Sabda Rosulullah SAW:

1.
عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أنَّ رَسُولِ اللهِ صَلَى اللَّه عَلَيهِ وَسَلَمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِّهِ * رواه مالك فى الموطأ
“Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”.
Hadist riwayat Malik
2.
فَإنَّ هَذَا الْقُرْأَنْ طَرَفُهُ بِيَد اللهِ وَ طَرَفُهُ بِأَيْدِكُمْ فَتَمَسَكُوْا بِهِ، فَإِنّكُمْ لَنْ تَهْلِكُوْا وَلَنْ تَضِلّوْا بَعْدَهُ أَبَدًا * رواه الطبرانى
“Maka sesungguhnya ini Al Quran ujungnya yang satu di tangan Allah dan ujung satunya di tangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Quran. Maka sesungguhnya kalian tidak akan rusak selamanya (pasti selamat) dan tidak akan tersesat (pasti benar) bila berpegang tteguh pada Al Quran”.
Hadist riwayat Thobroni
3.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ صَلَى اللَّه عَلَيهِ وَسَلَمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ... الحديث * رواه ابن ماجه
“Mencari ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam”.
Hadist riwayat Nasa’I dari Anas bin Malik
4.
العِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ ءاَيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ * رواه أبوداود عن عبدالله بن عمرو بن العاص
“Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Quran) Sunnah yang tegak (Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil (ilmu pembagian waris)”.
Hadist riwayat Abu Dawud dari Abdulloh bin U’mar bin A’sh